JAKARTA: Perpustakaan Nasional sudah memdirikan sekitar 250 perpustakaan keliling bagi daerah-daerah di seluruh Indonesia sejak 2003 hingga 2009, kata Kepala Bagian Humas dan Hukum Perpustakaan Nasional, Imam Nurhadi di Jakarta, Rabu (20/5).

"Kami hanya mendorong agar pemerintah daerah lebih giat mengembangkan perpustakaan daerah termasuk perpustakaan keliling untuk mendorong minat baca masyarakat," kata Imam.

Perpustakaan keliling yang disumbangkan tersebut, masing-masing berupa satu unit mobil yang didesain sebagai perpustakaan serta bantuan buku 500 hingga 600 eksemplar buku untuk satu unit perpustakaan keliling (pusling) itu.

Selain bantuan dari perpustakaan nasional, kata Imam, beberapa daerah mampu mengembangkan sendiri perpustakaan keliling itu dengan jumlah lebih banyak, bahkan hingga ke pelosok kecamatan dan desa /kelurahan dengan anggaran dari pemerintah daerah.

Imam mengatakan, jumlah perpustakaan yang sudah mempunyai payung hukum berupa perda di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia hingga saat ini sebanyak 356 unit perpustakaan di 33 provinsi, atau sekitar 76 persen dari jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia.

Masing-masing provinsi ada yang mempunyai tiga hingga 20 unit perpustakaan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. "Jumlah tersebut belum termasuk perpustakaan yang belum mempunyai perda dan yang ada di kecamatan," katanya.

Berkaitan dengan minat baca masyarakat saat ini, pihaknya belum bisa memberikan angka pasti tingkat minat baca masyarakat karena belum melakukan penelitian untuk itu. Namun yang ada adalah, tidak seimbang antara jumlah buku yang dibaca dengan jumlah koleksi buku yang di miliki oleh perpustakaan.

Perpustakaan Nasional saat ini memiliki sedikitnya 1,2 juta eksemplar buku terbitan lama dan baru serta naskah kuno, sedangkan angka kunjungan masyarakat ke perpustakaan nasional sekitar 700 hingga 800 orang setiap bulannya.

Kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Nasional biasanya meningkat menjelang ujian akhir atau semester karena kebanyakan pengunjung adalah siswa SMA, mahasiswa dan para peneliti. (Ant/OL-06)

Media Indonesia


Post a Comment