Warta Kota Pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Tanahabang-Serpong-Maja, Kabupaten Lebak, masih terkendala sambungan listrik, sehingga saat ini KRL tersebut baru bisa beroperasi hingga stasiun Parungpanjang Bogor.

Kepala Satuan Kerja (Satker) KRL Tanahabang-Serpong- Maja, Prajudi di Serang, Jumat (12/3), mengatakan, seluruh jaringan double track atau jalur ganda ruas Tanahabang- Serpong-Parungpanjang hingga stasiun Maja Kabupaten Lebak sudah selesai dibangun dan KRL tersebut sudah beroperasi hingga Parungpanjang.

Namun, untuk beroperasi hingga stasiun Maja di Kabupaten Lebak, masih terkendala sambungan listrik sebesar 3500 KVA di Cilejet dan 4000 KVA di Maja.

"Gardu listriknya sudah ada, namun dari PLN belum disambungkan," kata Prajudi usai rapat kordinasi terkait masalah tersebut dengan Sekda Pemprov Banten Muhadi di Pendopo Gubernur Banten di Serang.

Ia mengatakan, diperkirakan paling lambat akhir tahun 2010 pelayanan jaringan kereta listrik (KRL) dari Tanahabang-Serpong-Parungpanjang hingga ke Maja Kabupaten Lebak, Banten, sudah bisa dinikmati masyarakat. Bahkan diperkirakan KRL tersebut bisa sampai ke Stasiun Rangkasbitung hingga akhir 2012.

"Untuk sampai ke stasiun Rangkasbitung diperkirakan tahun 2012, karena saat ini baru membangun desainnya (DED)," kata Prajudi.

Pihaknya meminta pemerintah Provinsi Banten khususnya Kabupaten Lebak segera membangun integrasi moda transportasi tersebut jika KRL sudah beroperasi hingga ke Maja. Karena diperkirakan dengan operasinya KRL itu, akan menambah jumlah penumpang dari Lebak ke Jakarta dan sebaliknya, sehingga perlu diimbangi dengan moda transportasi lainnya.

Menurutnya, sebelum KRL Tanahabang-Parungpanjang beroperasi pada 2009 lalu, jumlah penumpang yang menggunakan kereta konvensional dari Parungpanjang ke Tanahabang dan sebaliknya, dalam sehari mencapai 75.000 orang. Setelah KRL Tanahabang-Serpong hingga Parungpanjang beroperasi awal September 2009, jumlah penumpang meningkat hampir dua kali lipat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Banten Hari Parwanto mengatakan, pihaknya berharap KRL jalur ganda Tanahabang hingga Maja tersebut bisa secepatnya beroperasi pada 2010, sehingga bisa lebih mempermudah dan mempercepat akses transportasi masyarakat dari Lebak ke Jakarta, meskipun saat ini sudah ada.

"Transportasi kereta api bisa mengatasi kemacetan, tingkat keselamatan lebih aman dan biaya lebih ringan," kata Hari.

Post a Comment