BOGOR (pos Kota) – Penerimaan siswa baru di Kota Bogor dengan jalur reguler dimulai Rabu-Sabtu (23-26/6). Disdikpora Kota Bogor berharap orang tua yang telah mendafarkan anaknya ke satu sekolah, tak lagi memindahkan anaknya ke sekolah lain.

“Saya berharap, orangtua puas mendaftarkan anaknya pada sekolah reguler, terutama dengan terbatasnya sekolah negeri. Jika bisa tak ada lagi istilah siswa titipan atau niat mutasi yang dilakukan orangtua,” kata Wakil Ketua PPDB Kota Bogor Alit Maryanah.

Kalaupun ada niat ingin mutasi, tegas Alit, orangtua harus bersabar selama dua semester anaknya masuk sekolah alias selesai kelas satu. “Itu berlaku pada saat ingin menginjak kelas delapan dan sebelas,” kata Alit sembari menambahkan, sekolah pun jangan mencoba bermain-main pada mekanisme yang sudah ditentukan.

Dia menambahkan, untuk sekolah swasta, ketentuan itu tak surut berlaku. “Tapi sekolah harus tetap berkoordinasi untuk menyesuaikan jumlah siswa yang membludak di sekolah tertentu. Prinsipnya, jangan sampai ada anak usia sekolah tak terdaftar, yang sesuai dengan ketentuan pendidikannya,” terang Alit.

Sedangkan di Kabupaten Bogor menetapkan dua mekanisme penerimaan siswa baru untuk sekolah reguler. “Jalur penerimaan dilakukan lewat nonakedemik dan akedemik,” kata Humas Didsdik kabupaten Bogor Rony Rusmayana.

Untuk jalur nonakademik, terang dia, ditujukan dalam penerimaan siswa miskin dan berprestasi pada 28 hingga 30 Juni. Kemudian, untuk jalur akademik dilakukan seleksi siswa melalui nilai ujian nasional (UN) pada 30 Juni hingga 3 Juli.

“Ketentuan itu berlaku bagi sekolah negeri, sementara bagi sekolah swasta dapat menyusun waktu pendaftaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah,”

Post a Comment