JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) akan melakukan ekspansi di Indonesia berupa pembangunan pabrik televisi pada 2011.

 “Mereka sudah memastikan akan membangun satu pabriknya lagi, yakni televisi,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa (12/10/2010).

LGEIN, lanjutnya, tengah melakukan feasibility study (FS), misalnya untuk mencari lahan pembangunan pabrik tersebut. Ketertarikan LGEIN untuk membangun pabrik televisi, menurut Gita, karena melihat penjualan produk televisi  LGEIN sangat bagus di Indonesia , dimana telah menguasai pangsa pasar sebesar 40 persen.

“Untuk televisi ini, investasinya akan mencapai ratusan jutaan dollar karena butuh investasi sangat besar,” tuturnya.

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat membenarkan rencana ekspansi LGEIN di Indonesia pada tahun depan.  Namun, Hidayat belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai investasi tersebut.  “Itu hasil dari kunjungan ke Korea beberapa waktu lalu,” ucap Hidayat.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi mengatakan, dalam kunjungannya ke Korea pada beberapa waktu lalu, LGEIN menyatakan sangat berminat untuk melakukan investasi di Indonesia , mengingat peluang di Indonesia sangat baik. “Kita akan follow up lagi mengenai rencana ini, mereka akan perbesar untuk televisi,” ujar Budi.

Budi menyatakan, penjualan LGEIN baik untuk ekspor maupun di dalam negeri sangat besar, “Ekspor mereka hampir mencapai sekitar USD1miliar,” ucapnya.

Direktur Pemasaran LGEIN Budi Setiawan sebelumnya pernah mengatakan, investasi yang akan dilakukan digunakan untuk menambah peralatan dan memperluas pabrik agar kapasitas produksi makin meningkat.

”Pabrik baru akan dibangun di Legok, Tangerang, Jawa Barat. Sebab, perluasan di lokasi pabrik LG saat ini di Cikarang, sudah tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan,” jelas Budi.

Budi menegaskan, ekspansi tersebut dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai basis produksi ekspor LGEIN. "Kami akan menjadi besar di Indonesia," ujarnya.

Seperti diketahui, total penjualan LGEIN hingga kuartal III 2010 mencapai Rp4,5 triliun. Penjualan telah mencapai 75 persen dari target awal pada tahun ini yang sebesar Rp6 triliun, atau meningkat sebesar 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Budi optimistis akan mencapai target sebesar Rp6 triliun hingga akhir tahun ini. Kontribusi dari penjualan produk LCD  sebesar 22 persen, lemari pendingin 19 persen, AC 15 persen, dan mesin cuci 11 persen.

“Tidak hanya itu, dalam tiga bulan mendatang, kami masih akan mengeluarkan satu atau dua produk baru lagi,” kata Budi.

Budi menjelaskan,  pada tahun depan, LGEIN menargetkan penjualan tumbuh lebih dari 25 persen. Pada saat ini, lanjutnya, LGEIN tengah melakukan penelitian dan pengembangan AC yang memiliki daya listrik sebesar 250 watt. Pasalnya, tren yang paling diminati untuk produk AC adalah yang memiliki daya listrik rendah.

”Yang jelas kami akan menjadi semakin besar di Indonesia. Jika tahun ini kami menguasai pasar sembilan produk, pada 2012, kami optimistis dapat menguasai 12 produk elektronik,” jelasnya.

Budi menuturkan, pada tahun ini, LGEIN menargetkan penjualan sebesar USD2 miliar. “USD2 miliar untuk domestik dan ekspor. Kalau porsi penjualan domestik sebesar 28 persen,” tukasnya.

Post a Comment