Akses internet menggunakan modem eksternal makin marak. Permintaan modem pun kian meningkat. Yang paling laris adalah modem USB. Sejumlah pedagang mengaku dalam sehari mampu menjual hingga 10 unit modem berbagai merek.

“Modem internet laris manis, terutama yang harganya Rp 400 ribu. Bahkan, kami sampai kekurangan stok padahal permintaan masih banyak,” ujar Anton, salah satu pengelola gerai komputer di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangsel.

Dibandingkan modem ponsel, jenis USB memang lebih menarik perhatian konsumen. Selain akses yang lebih terkonsentrasi, kualitas jaringan tipe USB dibanding dengan modem ponsel juga dinilai lebih bagus.

Anton mengaku, dalam sehari rata-rata mampu menjual hingga 10 unit modem USB. Modem USB memang terdiri dari beragam harga, tipe, dan merek. Harga dimulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 800 ribu. Namun, yang paling mendominasi permintaan adalah modem seharga Rp 400 ribu. “Meski harga berbeda-berbeda kualitas modem hampir sama, cepatnya atau lambatnya akses tergantung dari kualitas sinyal dari SIM card GSM yag digunakan,” katanya.

Tingginya permintaan modem USB juga diakui Yayan, pengelola gerai komputer setempat. Bahkan di tempatnya, Yayan mengaku telah kehabisan stok, terutama modem yang dibandrol harga Rp 400 ribu.

“Modem USB Rp 400 paling dicari. Sekarang saja kami sampai kehabisan stok, stok baru akan datang dua hari lagi itupun jumlahnya terbatas dan harus dibagi-bagi lagi dengan pedagang lain. Barang yang ready stok saat ini hanya modem di kisaran Rp 650 ribu,” katanya.

Makin maraknya permintaan modem internet juga mempengaruhi produsen aksesori komputer untuk lebih giat mengeluarkan varian produk. Akibatnya persaingan harga makin sengit, tentu saja yang diuntungkan adalah konsumen. Saat ini saja, Yayan mengaku harga modem makin murah, berbeda dari awal kemunculannya yang dibandrol hingga jutaan rupiah

ref. www.tangerangonline.com

Post a Comment