Parungpanjang - Berkurban merupakan salah satu kewajiban bagi mereka yang mampu seperti termaktub dalam surat al kautsar di bawah ini :

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah" (QS. Al Kautsar : 1-2)

oleh karena itu kita harus berqurban sekama kita mampu karena nikmat yang kita terima semua adalah pemberian Allah SWT maka kita wajib taat kepada-Nya . Berkurban tiadak hanya dilakukan dengan harta saja tapi apapun yang kita punya kita bisa mengorbankannya.

Hari Raya Idul Adha mepukan momen penting dalam Islam selain kita bisa melaksanakan Ibadah Haji ke Mekah Al Mukaromah melaksanakan salah satu rukun Islam yang ke Lima. Disini juga mengenang momen penting ketaatan Nabi Ibrohim AS dan Nabi Ismail as yang begitu taat-Nya atas semua perintah Allah sampai-sampai disuruh menyembelih anak kesayangannya yaitu Nabi Ismail, tapi mereka dengan iklasnya menjalankan semua perintah-Nya. Momen itulah yang kita peringati setiap tanggal 10 Dulkhijah, pada bulan itu kita disarankan berqurban dengan cara menyembelih hewan qurban bagi yang mampu, adapun kriteria hewan yang kita qurbankan harus sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW, yaitu antara lain harus memenuhi beberapa kriteria pokok kesempurnaan: ternak dalam keadaan cukup umur, sehat (tidak cacat), dan jantan. Selain itu, jumlah daging yang dihasilkan pun sesuai harapan kita untuk dibagikan kepada para mustahik.

Syarat yang lain diantaranya :

Pertama, memilih ternak yang cukup umur, sehat (tidak cacat), dan jantan. Kriteria cukup umur (dewasa) untuk kambing dan domba rata-rata sekitar 12-18 bulan, sedangkan untuk sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui umur ternak antara lain adalah melihat catatan kelahiran ternak tersebut, yaitu dengan bertanya kepada pemiliknya, atau dapat dilihat dari gigi ternak tersebut. Jika gigi susunya telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), itu menandakan ternak tersebut (kambing dan domba) telah berumur sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.

Sehatnya seekor ternak dapat dicirikan dari bulunya yang tampak mengilat dan bersih. Bulu tersebut tidak berdiri dan kusam. Matanya bersinar (jernih). Ternak yang sehat sangat mudah dilihat dari cara makan dan minumnya. Bila konsumsi makan dan minumnya baik (lahap), hewan tersebut sehat.

Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.

Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah.

Semoga ibadah qurban kita diterima Allah SWT dan di akhirat menjadi penolong kita saat melewati jembatan Sirotul Mustaqim. Amin

"Berqurbanlah untuk dunia dan akhirat mu seakan-akan kamu hidup tentram selamanya"

Post a Comment