Parungpanjang - Keputusan Gubernur Nomor. 561/Kep.1564-Bansis/2010 tentang UMK Jabar 2011. Gubernur menjelaskan, penetapan upah minimum setiap tahun selalu menjadi perhatian publik dan menjadi salah satu barometer kondusifitas industrial di daerah. Saat ini, Jabar memiliki jumlah perusahaan sebanyak 25.625 unit dengan jumlah tenaga kerja 2.343.841 orang.

Beberapa dasar pertimbangan dalam penetapan UMK, Pertama, nilai kebutuhan hidup layak (KHL) yang disurvey , dihitung, dan disepakati. Kedua, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dan tingkat produktivitas tenaga kerja. Ketiga, kemampuan usaha marjinal yang paling tidak mampu,” kata Heryawan, kepada wartawan, di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/11).

Untuk informasi khusus UMK Kota Bogor sebesar Rp 1.079.100, Sedangkan Kabupaten Bogor  Rp 1.172.060. Heryawan mengatakan, apabila ada perusahaan yang berkeberatan dengan penetapan UMK tersebut, maka bisa mengajukan penagguhan penetapan UMK kepada pemerintah provinsi. Menurut dia, ada tiga pilihan putusan yang pasti dikeluarkan Dewan Pengupahan Provinsi Jabar. Pertama, bisa menerima semua pengajuan yang diinginkan perusahaan itu. Kedua, menerima setengah dari yang diajukan mereka. Dan yang terakhir, menolak seluruhnya ajuan yang diingikan perusahaan tersebut.

Ringkasan berita dari bogornews.com

Post a Comment