Parungpanjang - Penyakit Filariasis atau yang dikenal dengan penyakit kaki gajah ternyata tidak dapat disepelekan. Pasalnya, penyakit tersebut bisa menular, dan dapat membuat kaki, tangan, kemaluan atau bahkan payudara seseorang membengkak serta mengeluarkan bau busuk. Lebih parah lagi, tubuh penderita akan dipenuhi cacing filaria yang terus berkembang biak.  Penularan penyakit tersebut sangat cepat melalui gigitan nyamuk di malam hari.

Untuk membasmi persebaran penyakit tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mencanangkan “Program Pengobatan Massal Eliminasi Penyakit Filariasis".

Filariasis dan Schistosomiasis atau disebut penyakit kaki gajah adalah penyakit menular menahun disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.  Orang yang terjangkit penyakit kaki gajah akan menyebabkan kecacatan, stigma sosial, hambatan psikososial dan menurunnya produktivitas kerja, diperkirakan penyakit tersebut  telah menginfeksi sekitar 120 juta penduduk di 80 negara terutama di daerah tropis dan beberapa daerah sub tropis. di Indonesia, bahkan penyebaran penyakit filariasis cukup besar.

Berdasarkan hasil survey cepat tahun 2000, jumlah penderita kronis yang dilaporkan sebanyak 6500 orang tersebar di 1553 desa, di 231 kabupaten, 26 propinsi. Data ini belum menggambarkan keadaan yang sebenarnya karena hanya 3020 puskesmas (42%) dari 7221 Puskesmas yang menyampaikan laporan ke Departemen Kesehatan RI.

Di Parungpanjang sendiri, sekitar 106.562 warga Parungpanjang akan mendapat pengobatan massal pencegahan filariasis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menargetkan 89.682 warga. Sisanya, sebanyak 16.880 warga, belum bisa diberikan karena terkendala beberapa faktor, seperti usia dibawah dua tahun, ibu hamil dan gangguan medis.

Jadwal pembagian obat itu akan dilaksanakan hingga 30 Juni mendatang. Sedangkan untuk mencapai target tersebut, Dinkes telah menyiapkan 714 Posko yang didirikan di lokasi strategis seperti rumah RT/RW dan Posyandu yang tersebar di 11 Desa Kecamatan Parungpanjang.

Mari kita dukung pencegahan dan penyembuhannya.

Post a Comment