Sabtu, 10 Desember 2011

Menghilangkan kemiskinan diawali dari menghilankan kebodohan

Parungpanjang - "Menghilangkan kemiskinan diawali dari menghilankan kebodohan" ini merupakan penggalan sambutan Bupati Bogor, Rachmat Yasin (RY) menyatakan keinginannya untuk membebaskan Parungpanjang dari kebodohan saat kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Parungpanjang, Rabu (7/12). Permasalahan pendidikan ini sangat ditekankan oleh RY, dikarenakan masih adanya anak – anak putus sekolah sebanyak 399 anak di wilayah Parungpanjang ini.

RY berharap, kedepannya tidak akan ada lagi anak putus sekolah di wilayah utara Kabupaten Bogor ini. “Saya harap nantinya tidak akan ada lagi anak – anak yang putus sekolah, karena segala bentuk bantuan pendidikan dari Pemerintah sudah dilaksanakan, terutama mengenai bantuan biaya sekolah untuk anak yang kurang mampu,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki kecamatan, yang ditampilkan kecamatan berpenduduk 105.431 jiwa ini. sebanyak 12,7 persen penduduk tidak tamat SD, tamat SD 30,6 persen, SLTP 16,9 persen, SLTA 10,5 persen, perguruan tinggi 8,6 persen dan belum sekolah 20,7 persen.
 

Untuk itu, dia memerintahkan Camat dan Kepala Desa untuk segera melaporkan segala permasalahan pendidikan yang ada di wilayah Parungpanjang kepada Pemerintah daerah. “Kepada Camat dan para Kepala Desa saya meminta agar segera melaporkan mengenai permasalahan pendidikan yang terjadi di wilayah Parungpanjang ini kepada kami selaku Pemerintah Daerah, agar kami dapat cepat merespon dan melakukan tindakan untuk menangani masalah tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Camat Parungpanjang, Ade Yana Mulyana menyatakan, “Saya akan selalu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dalam hal menangani masalah – masalah yang terjadi di wilayah Parungpanjang terutama mengenai permasalahan pendidikan,” tandasnya.

 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon