Parungpanjang sekarang ini tentu berbeda dengan Parungpanjang satu atau dua dekade silam. Selain jumlah penduduk dan kendaraan bermotor (roda dua dan empat) jumlah Tronton pengangkut batu dan tanah juga meningkat di jalan raya Parungpanjang, sehingga tingkat polusi, kebisingan dan kecelakaan semakin meningkat.

Tronton yang melintas sehari-harinya adalah penyumbang pertama untuk deru kendaraan, debu dan kecelakaan. Debu yang beterbangan membuat pengguna jalan merasakan ketidaknyamanan itu. Harapan munculnya kebijakan yang tak membolehkan Tronton melewati jalan Parungpanjang pada hari tertentu merupakan keinginan warga sejak lama. Menikmati suasana bebas polusi dan deru bising sungguh menyehatkan dan nyaman.

Pneumokoniosis adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan oleh penimbunan debu di dalam jaringan paru-paru. Gejala umumnya antara lain batuk kering, sesak napas, kelelahan, dan berkurangnya berat badan. (Baca selengkapnya tentang bahaya debu di Parungpanjang Vs Debu)

Sayang kegiatan Tronton free day tidak diterapkan di Parungpanjang. Padahal, jika diberlakukan Tronton  free day di hari minggu saja, masyarakat dapat berjalan kaki dan bersepeda pancal dengan santai, nyaman dan menyehatkan. Semoga.

Post a Comment