Senin, 25 Juni 2012

Dahulu Parungpanjang dikenal sebagai pembuat Petasan

Info Parungpanjang - Bulan Puasa tahun ini masih sebulan lagi. Namun, penjualan kembang api dan petasan sudah mulai marak. Tak hanya di pasar Parungpanjang tetapi dibeberapa lapak pinggir jalan utama sudah banyak yang menjualnya.

Di Parungpanjang sendiri petasan dan kembang api bukanlah hal yang baru, dahulu punya cerita Parungpanjang terkenal dengan petasannya, mulai dari daya ledak rendah hingga yang memekakan telinga. Seiring dengan tingkat keamanan, kenyamanan dan resiko, pemerintah melarang keberadaanya.

Tahun lalu saja 50 ribu buah petasan beragam jenis dan ukuran dari lapak pedagang disita polisi. (baca : Jelang Ramadhan, Petasan disita)

Sejarah Petasan di Parungpanjang
Seorang sejarawan Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana merupakan adopsi tradisi orang-orang Tiong Hoa yang bermukim di sekitar mereka.

Catatan sejarah yang cukup mencolok terkait dengan peristiwa 1740, yaitu kerusuhan etnis Tiong Hoa di Batavia. Etnis Tiong Hoa di Batavia kalang kabut setelah peristiwa itu. Mereka melarikan diri ke daerah-daerah pinggiran di Batavia seperti Tangerang, Parung, Serpong, Parungpanjang, Tenjo, Cisauk, Teluk Naga dan Balaraja. Mereka ini lantas disebut Cina Benteng.

Mereka ini ternyata membawa terus adat kebiasaan mereka seperti menyalakan petasan menjelang perayaan Peh Cun atau perayaan tradisi Cina lainnya. Parungpanjang, sebuah kota di sebelah barat Serpong sampai saat ini masih dikenal sebagai pusat penghasil petasan terbesar di Indonesia. 1)


Pada perkembangannya petasan dan kembang api tidak hanya pada saat bulan puasa dan dan hari kebesaran agama lainnya, petasan juga dipakai sebagai sarana untuk memberitahu para undangan dan khalayak ramai bahwa pesta segera dimulai. Pada kebudayaan Cina ada unsur mistisnya, yaitu mengusir roh-roh jahat.  Dan saat ini berkembang menjadi bagian dari entertainment atau opening moment.

Referensi : 1) kabarindonesia.com (Asal usul petasan)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon