Info Parungpanjang - Pertambahan jumlah minimarket di Parungpanjang bak jamur di musim hujan. Minimarket yang bermunculan tersebut makin liar pendiriannya mengabaikan pertimbangan lokasi, entah di dekat pasar tradisional, atau dekat dengan minimarket lain yang sudah ada. 

Hal itu terjadi karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) minim mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur minimarket. Dan kondisi ini dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh pengusaha. Karena meskipun sudah ada Perda, sangat kecil kemungkinannya Pemkab membongkar paksa minimarket yang sudah dibangun meskipun melanggar aturan, khususnya terkait lokasi.

Pepres 112 Tahun 2007, tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, dan memuat unsur-unsur kearifan lokal. Seharusnya, dengan Perda Minimaket No. 11 Tahun 2012 tentang Penataan Pasar Tradisional dan Toko Modern  itu, Pemkab Bogor mengatur jarak antarminimarket dan batasan jam operasional pukul 09:00-22:00.

Pantauan di lapangan menyebutkan, keberadaan minimarket baru semakin menyebar ke mana-mana. Di Jl Moh Toha tanpa mempedulikan jarak antar minimarket dan kedetakannya dengan pasar tradisonal atau toko kelontong milik warga sekitarnya. Kondisi ini, tentu semakin membuat susah warga pemilik toko atau kios kelontong di perkampungan.

Post a Comment